Rabu, 20 Juni 2018

5 Fakta Menarik Tentang Dry-Cleaning


Helloo, sahabat laundry, kali ini Pexal akan membahas topik tentang Dry Clean, yang pastinya tidak asing lagi bagi masyarakat. Dry Clean, atau yang biasa dikenal dengan cuci kering, adalah sebuah teknik mencuci pakaian tertentu dengan bahan kimia tertentu dan dengan alat-alat khusus.


                        Sumber: Washing Factory

Di beberapa negara di Amerika Utara dan Australia dari analisa Google Trend, tren dry cleaning cukup populer dan banyak digunakan oleh masyarkat dalam 1 tahun terakhir. Di Indonesia sendiri, fasilitas dry clean tidak kalah populer juga dan hampir dijumpai di seluruh outlet laundry. Bagi yang belum tahu fakta-fakta tentang dry clean, Yuk scroll ke bawah! Berikut adalah fakta yang Pexal kumpulkan seputar dry clean dari berbagai sumber.

1. Dry Clean sudah digunakan sejak hampir 1,5 abad yang lalu
Teknik dry cleaning pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang penjahit bernama Jean Baptiste Jolly pada tahun 1849 di Perancis. Di tahun itu, seorang pembantu rumah tangga Jean secara tidak sengaja menumpahkan lampu yang berisi minyak tusam (turpentine) ke taplak meja yang kotor.

                                     Sumber: Bee Green

Jolly kemudian memperhatikan noda di taplak meja ketumpahan minyak tusam menjadi bersih seiring cairan minyak tersebut kering. Lalu, ia bereksperimen lagi dengan merendam taplak meja tersebut ke dalam bathtub berisi minyak tusak. Seketika, taplak meja tersebut menjadi bersih. Sejak saat itu, ia membuka outlet dry cleaning pertama di Paris dengan nama “Teinturerier Jolly Belin” dan teknik dry cleaning diperkenalkan di dunia.

2. Mencuci yang Inovatif
Sejak awal ditemukan, dry cleaning selalu menggunakan cairan kimia berjenis solvent (pelarut) dan dengan teknik tertentu. Manfaat yang didapatkan dari dry cleaning tidak hanya menghemat air namun dapat meminimalisir pula kerusakan pada kain jenis tertentu.

                                         Sumber: blogs.cdc.gov/niosh-science-blog/

Selain itu, dry cleaning juga merupakan treatment yang baik bagi kain-kain tertentu karena dapat mempertahankan warna pakaian dan menghindari kerut pada pakaian. Cairan solvent untuk dry cleaning dapat digunakan berulang-ulang pula sehingga dapat meminimalisir biaya bagi laundry.

3. Dry Clean hanya bisa digunakan untuk “pakaian mahal”
                        Dry clean hanya untuk pakaian mahal?”
                        “Jawabannya, yoiii”

Teknik dry clean pada umumnya diperuntukkan untuk jenis kain polyester dan kain sutera. Aplikasi dari kain-kain tersebut adalah blazer, jas, gaun, dan sebagainya dan dapat dipastikan hampir semua jenis pakaian dari kain tersebut dihargai relatif mahal di pasar. Harga dari pakaian tersebut bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta Rupiah sehingga pemilik dari pakaian tersebut cukup concern terhadap treatment pakaian mereka. Jika ditinjau lebih jauh, pakaian yang mana sih yang harus di dry clean? Nah yang di bawah ini adalah contohnya,

Sumber: WholeTex

4. PCE berbahaya jika dilakukan tanpa prosedur yang tepat
Dari tadi, kita ngobrol tentang dry clean secara keseluruhan. Sekarang, ada yang tahu cairan yang  biasa dipakai untuk dry clean? Mari kita sedikit membahas tentang kimia.
Cairan yang cukup populer untuk dry clean di era 18an sampai sekarang adalah PCE atau perchloroethylene. Cairan ini memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • ·        Tidak mudah terbakar dan tidak berbau saat kering
  • ·         Mampu membersihkan noda dan bau pada kain
  • ·         Lebih mudah menguap dibanding solvent lain
  • ·         Berat jenisnya lebih berat dibandingkan solvent lain
Namun, pada prakteknya, ternyata di Indonesia, masih banyak laundry yang menggunakan cairan solvent ini dengan prosedur yang tidak tepat, contohnya tidak menggunakan mesin khusus untuk mengolah pencucian, menggunakan cairan secara sembarangan, dan lain-lain. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi penggunaan PCE sendiri sangat kurang di Indonesia (menurut salah satu pemilik laundry di Indonesia). Penyebabnya jika menggunakan PCE dengan prosedur yang tidak tepat adalah dari iritasi kulit sampai kanker. Huuu, seram kan??

5. Dry Clean bisa dilakukan dengan PRAKTIS menggunakan PEXAL SOLVENT
Nah, melihat tersebut, Pexal menemukan sebuah solusi dengan menghadirkan cairan solvent inovatif dengan konsep mengganti PCE tersebut dengan alternatif campuran bahan kimia. Tanpa menggunakan mesin khusus, Pexal Solvent dapat digunakan oleh para pemilik laundry tanpa takut bahaya. Tenang kok, cairan ini sudah dicek di BPPT Tangerang Selatan (laboratorium) dan terbukti aman dan efektif digunakan. Sampai sekarang sudah ada lebih dari 10 laundry loh yang pakai PEXAL SOLVENT.
            Cara penggunaannya gimana sih?
Cara penggunaanya dapat dengan cara direndam atau disemprotkan ke pakaian atau bisa cek di Youtube di:

            Berapa sih harganya?
Hanya dengan Rp140.000/ jerigen 5L, sahabat laundry sudah mendapatkan solvent + pengharumnya. Untuk pemesanan tanpa pengharum juga bisa kok.

Pesannya lewat mana sih?
Gampang banget, bisa cek di toko kami di:

atau bisa DM langsung di Facebook di Pexal Solvent
atau bisa langsung WA di [+62895385918038]

YUK, segera dipesan dan rasakan pengalaman dry cleaning yang praktis dan cepat serta aman.
Ingat loh ya, Pexal Solvent dapat digunakan TANPA MESIN
#YUKPAKAIPEXAL


Jumat, 25 Mei 2018

TIPS MEMILIH DETERJEN UNTUK LAUNDRY

Apa kabar, sahabat laundry?
Tentu penggunaan “deterjen” merupakan suatu hal yang tidak asing lagi dalam bisnis-bisnis yang
berhubungan dengan mencuci dan membersihkan pakaian. Setiap laundry memiliki ciri khasnya masing- masing dalam menentukan pengharum, pelembut, hingga deterjen yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Walaupun deterjen bukan suatu hal yang asing, tetapi apakah sahabat-sahabat laundry tahu apa saja jenis-jenis deterjen pada umumnya serta tips dalam memilih deterjen terbaik untuk keperluan laundry?



Deterjen adalah pembersih sintetis yang terbuat dari bahan-bahan turunan minyak bumi. Terdapat dua
jenis deterjen yaitu, keras (sukar diuraikan oleh bakteri) dan lunak (mudah diuraikan oleh bakteri).
Komposisi bahan yang terkandung dalam deterjen mencakup bahan penurun tegangan permukaan,
bahan penunjang, bahan pengisi, bahan pengikat, dan bahan pewangi/ pewarna.
Berbagai macam jenis deterjen antara lain;
- Deterjen cair
- Deterjen krim
- Deterjen bubuk

“lebih baik deterjen bubuk atau cair?”
Tentu keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dalam beberapa
keunggulan, deterjen cair tentu lebih mudah larut dan bermanfaat untuk proses mencuci yang
cepat. Deterjen bubuk memiliki harga yang relatif lebih murah tetapi terkadang sering
meninggalkan bekas pada mesin cuci. Penting bagi para sahabat laundry untuk selalu menjaga
kebersihan alat-alat dalam aktivitas laundry.

Apakah kadar busa pada deterjen berpengaruh?
Hal tersebut kembali lagi pada proses mencuci yang digunakan oleh sahabat laundry. Jika masih
menggunakan cara manual, carilah deterjen dengan tingkat busa sedang dengan daya cuci extra
sehingga memudahkan para sahabat laundry dalam proses mencuci. Dalam metode lain, jika
para sahabat laundry sudah mengandalkan mesin cuci dalam aktivitas sehari-hari, carilah
deterjen dengan kadar busa lebih rendah untuk menjaga kualitas dari mesin cuci itu sendiri.
Selalu diingat bahwa bahan kimia pembersih sejenis alkali dan surfaktan dapat membuat kulit
tangan terkelupas.

Carilah deterjen yang mengandung sedikit filler/ pengisi!
Kandungan bahan filler/ pengisi yang berlebihan pada deterjen biasanya akan meninggalkan
bau tidak sedap pada pakaian. Cara mengetahui kandungan filler/ pengisi pada deterjen adalah:
- Ambilah satu sendok makan dari deterjen yang akan digunakan
- Larutkan deterjen ke dalam 200 ml air
- Amati air tersebut. Jika larutan air masih terbilang bening, berarti deterjen tidak
menghasilkan endapan. Sebaliknya, jika larutan menghasilkan endapan maka kadar filler
yang terkandung dalam deterjen cukup tinggi.

Solusi lain dalam menanggulangi deterjen dengan kadar filler yang tinggi antara lain dengan
melakukan beberapa tahapan pembilasan atau pembilasan secara berulang.

Sekian informasi-informasi penting bagi para sahabat laundry dalam memilih deterjen yang
sesuai. Semua pilihan tetap harus disesuaikan dengan tujuan yang dimiliki masing-masing
sahabat laundry.

Tentunya, Deterjen yang digunakan harus bisa membersihkan pakaian dengan maksimal, wangi
serta harum yang tahan lama, tidak berbekas pada pakaian, dan aman bagi kesehatan. Semua
hal itu tentunya bisa ditemukan dalam PEXAL Dry-Cleaning Solvent.

Dry-Cleaning pintar hanya di PEXAL!

Selasa, 15 Mei 2018

Bahaya Penggunaan PCE


Dry Cleaning Laundry (cuci kering) adalah sebuah konsep jasa mencuci pakaian professional untuk bahan-bahan pakaian lembut ataupun jas formal milik pribadi, keluarga atau kantor. Proses pencucian kering tersebut memang tidak menggunakan air, tapi bukan berarti sepenuhnya kering. Secara prosedur, dry cleaning dilakukan dengan mesin khusus dan dengan bahan kimia tertentu PCE (perkloroetilena) kemudian diuapkan. Dari proses pengolahan dry cleaning tersebut, menghasilkan residu yang akan dikembalikan ke pemerintah untuk diolah lagi. Residu atau sisa PCE yang tidak dikembalikan ke pemerintah dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. 

Banyaknya usaha laundry yang menawarkan jasa dry cleaning, menggunakan bahan untuk dry cleaning namun tidak menggunakan mesin dry cleaning. Menurut Daniel Tarigan, owner QnC Laundry, 8 dari 10 bisnis laundry Indonesia masih melakukan dry cleaning dengan prosedur yang salah, yaitu dry cleaning tanpa mesin dry cleaning. Hal tersebut dikarenakan kapasitas tempat yang diperlukan untuk meletakkan mesin dry cleaning itu sendiri cukup besar dengan harga mesin yang besar, yang berkisar antara 230 - 800 juta bahkan lebih. Dengan pengetahuan yang minim, usaha laundry dengan mudahnya menggantikan mesin yang seharusnya digunakan berpasangan dengan bahan dry cleaning PCE dengan steamer baju. 



Detergenindonesia.com juga memuat pernyataan sebagai berikut: “Kami menjumpai pada usaha laundry-laundry kiloan yang menerima jasa dry cleaning, dan kami mentest kemeja untuk dicucikan, ternyata ada banyak pengusaha laundry kiloan yang menerima jasa dry clean tetapi tidak menggunakan proses atau teknik yang benar, jas hanya diberi uap panas/steamer. Cara seperti ini tidak bisa membunuh bakteri/kuman serta menghilangkan bau keringat terutama pada ketiak/lengan bawah.”

Pemerintah Prancis telah memperkenalkan undang-undang baru yang melarang penggunaan PCE di tempat dry cleaning yang dekat dengan bangunan yang diduduki. Larangan tersebut mulai berlaku pada tahun 2020. Toksisitas PCE diketahui bersifat karsinogenik yang dapat membahayakan ginjal dan sistem saraf. Negara-negara seperti Amerika Serikat dan Denmark telah memprogram 2020 pengabaian PCE dan melarang pemasangan dry cleaning baru menggunakan pelarut ini. 

Pelarut yang digunakan untuk dry cleaning dilarang di new facilities di Denmark dan Amerika Serikat. PCE terdaftar sejak 1995 oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai karsinogen manusia yang mungkin dapat memiliki dampak neurologis dan dampaknya pada ginjal dan hati. Regulator di California menegaskan bahwa pada tahun 2023 tidak ada lagi mesin dry cleaning yang menggunakan pelarut beracun PCE. Prancis memaksa dry cleaners untuk menggunakan bahan kimia yang lebih aman. Badan Internasional Organisasi Internasional untuk Riset Kanker mencantumkan PCE pada kategori A2 mereka, yang berarti bahwa ini mungkin bersifat karsinogenik (penyebab kanker) bagi manusia.

Inilah masalah yang memberi kami peluang untuk hadir sebagai solusi bagi sahabat laundry.
Dengan menggunakan produk kami Pexal Solvent yang merupakan produk chemical Dry-Cleaning yang terbuat dari bahan ramah lingkungan dan tidak mengandung PCE sehingga aman untuk pekerja laundry dan juga customer sahabat laundry.

Nah, melihat hal tersebut, Pexal hadir menemukan sebuah solusi dengan menghadirkan cairan solvent inovatif dengan konsep mengganti PCE tersebut dengan alternatif campuran bahan kimia. Tanpa menggunakan mesin khusus, Pexal Solvent dapat digunakan oleh para pemilik laundry tanpa takut bahaya. Tenang kok, cairan ini sudah dicek di BPPT Tangerang Selatan (laboratorium) dan terbukti aman dan efektif digunakan. Sampai sekarang sudah ada lebih dari 10 laundry loh yang pakai PEXAL SOLVENT.
            Cara penggunaannya gimana sih?
Cara penggunaanya dapat dengan cara direndam atau disemprotkan ke pakaian atau bisa cek di Youtube di:

            Berapa sih harganya?
Hanya dengan Rp140.000/ jerigen 5L, sahabat laundry sudah mendapatkan solvent + pengharumnya. Untuk pemesanan tanpa pengharum juga bisa kok.

Pesannya lewat mana sih?
Gampang banget, bisa cek di toko kami di:

atau bisa DM langsung di Facebook di Pexal Solvent
atau bisa langsung WA di [+62895385918038]

YUK, segera dipesan dan rasakan pengalaman dry cleaning yang praktis dan cepat serta aman.
Ingat loh ya, Pexal Solvent dapat digunakan TANPA MESIN
#YUKPAKAIPEXAL

Sabtu, 28 April 2018

8 Cara Menghilangkan Noda Membandel Pada Pakaian



Bagi Anda semua ibu rumah tangga, menemukan noda pada pakaian mungkin sudah biasa. Namun, bagaimana dengan noda pakaian yang sangat membandel?
Anda sudah melakukan berbagai macam cara namun noda tersebut tetap tidak bisa hilang. Noda-noda tersebut biasanya paling banyak ditemukan di pakaian anak.
Anak-anak biasanya belum bisa memahami cara menjaga kebersihan pakaian mereka, entah dari makanan ataupun hal lain yang akhirnya dapat menyebabkan noda membandel pada pakaian. Langkah yang biasanya dilakukan oleh para ibu rumah tangga adalah membersihkan menggunakan banyak detergen yang kemudian dikucek menggunakan tangan. Namun, langkah ini bukannya membuat noda membandel akan hilang, justru jari-jari Anda malah rusak karena serbuk detergen yang kuat, atau malah menyebabkan baju menjadi rusak akibat terlalu kuat menguceknya.



Namun, jika itu terjadi pada pakaian biasa mungkin dapat dibuang, tapi bagaimana jika hal itu terjadi pada pakaian kesayangan Anda? Tidak mungkin kan Anda membuang sesuatu yang Anda sukai? Tenang, sebelum Anda membuang pakaian kesayangan Anda, ada baiknya Anda melakukan beberapa langkah-langkah berikut ini untuk menghilangkan noda membandel yang menempel di pakaian Anda. Sebelum Anda melakukan pembersihan, ada hal yang harus Anda ketahui telebih dahulu, yaitu penyebab dari noda itu sendiri. Setelah mengetahui penyebab noda, baru Anda menentukan langkah untuk membersihkannya. Berikut ini cara membersihkan noda yang menempel di pakaian berdasarkan jenis noda:
1. Cara Menghilangkan Noda Buah
Mungkin Anda pernah mengalami atau bahkan menemukan noda beberapa jenis buah-buahan di pakaian Anda, seperti berry. Buah yang memiliki warna menarik ini, tidak akan menarik jika ia menempel di pakaian Anda dan menjadi noda membandel yang sulit untuk dibersihkan. Meskipun buah ini menjadi salah satu buah favorit Anda, tapi tidak demikian dengan noda yang akan membuat baju Anda tampak berwarna, terlebih jika itu pakaian yang sangat Anda sukai. Tidak perlu repot dan bingung, untuk membersihkan noda ini ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan.Caranya:
·         Bilas pakaian yang terkena noda buah, bilas pada air mengalir hingga bagian yang melekat itu hilang dari pakaian Anda
·        Siapkan jus lemon dan air secukupnya untuk merendam pakaian
·         Campurkan jus lemon ke dalam air rendaman
·         Rendam pakaian yang terkena noda selama kurang lebih 30 menit
·         Setelah 30 menit, angkat pakaian dari rendaman, bilas dengan air mengalir
·         Rendam pada detergen atau cuci seperti biasa
Ada beberapa hal yang harus Anda ingat, Rendam sesegera mungkin setelah pakaian terkena noda buah, karena jika terlalu lama, noda akan menempel dan semakin sulit untuk dihilangkan, cairan atau jus lemon dipilih karena memiliki zat-zat yang dapat membantu mengangkat kotoran.
2. Cara Menghilangkan Noda Saus
Selain buah, noda saus seperti saus tomat juga menjadi salah satu noda yang sulit untuk dihilangkan, terlebih jika noda ini menempel pada pakaian berwarna putih. Namun, jika Anda telah mengetahui cara dan tekniknya, membersihkan noda saus akan menjadi hal yang mudah untuk dilakukan.Caranya:
·         Bilas pakaian yang terkena noda saus, bilas secara perlahan.
·         Tambahkan cairan pencuci piring saat Anda membilas pakaian yang terkena noda saus.
·         Siapkan air secukupnya untuk merendam kain dan tambahkan sedikit cairan cuka
·         Gunakan kain yang telah direndam dalam cuka untuk menggosok atau membersihkan noda saus.
·         Bilas pakaian setelah noda saus hilang.
3. Cara Membersihkan Noda Minyak
Pernahkan Anda mengalami atau menemukan noda membandel di pakaian Anda yang disebabkan oleh minyak ataupun mentega? Bagi ibu-ibu yang berada di dapur, mungkin noda ini sudah sering Anda alami, lalu bagaimana cara membersihkannya? Ternyata cukup mudah, yaitu:
·         Siapkan air secukupnya, cairan pencuci atau pembersih piring dan sikat gigi
·         Campurkan air dan cairan pencuci piring
·         Celupkan sikat gigi pada campuran, gunakan untuk menggosok noda atau inyak yang menempel pada pakaian Anda
·         Lakukan hingga noda menghilang
·         Lanjutkan dengan proses mencuci seperti biasa.
4. Cara Membersihkan Noda Coklat
Pakaian kesayangan Anda terkena noda coklat atau selai coklat? Cara yang bisa Anda gunakan untuk menghilangkan noda coklat yang menempel di pakaian Anda adalah menggunakan susu. Namun, ada hal yang Anda perhatikan, yaitu susu yang digunakan adalah susu yang berlemak, bukan susu skim.Caranya:
·         Siapkan susu yang berlemak dan sikat gigi
·         Oleskan susu pada noda pakaian
·         Gunakan sikat gigi untuk menggosok noda coklat pada pakaian hingga noda hilang, gosok secara perlahan.
·         Lanjutnya dengan proses mencuci seperti biasa
·         Lanjutnya dengan proses mencuci seperti biasa
5. Cara Mmebersihkan Noda Kopi
Bagi para pencinta minuman kopi, mungkin noda ini menjadi salah satu noda yang cukup sulit untuk dihilangkan. Namun, ternyata noda kopi bisa dihilangkan dengan cara yang cukup sederhana, yaitu:
·         Bilas pakaian yang terkena noda kopi dengan menggunakan air dingin
·         Bilas dari bagian belakang dengan air mengalir hingga noda kopi hilang terbawa air. Ingat, jangan dikucek
·         Setelah noda kopi hilang, oleskan detergen di atas bekas noda, diamkan selama kurang lebih 5 menit
·         Bilas pakaian seperti biasa
6. Cara Membersihkan Noda Lipstik
Pernah mengalami atau bahkan menemukan noda  lipsit menempel di pakaian Anda? Begini caranya untuk membersihkan noda lispstik:
·         Siapkan alkohol, kain, tisue atau kertas yang bisa menyerap cairan
·         Gunakan tisue atau kertas sebagai alas pakaian yang terkena noda. 
·         Ambil kain dan celupkan ke dalam alkohol
·         Gunakan kain tersebut untuk menekan bagian yang terkena noda lipstik. Ingat, bukan digosok, tetapi ditekan-tekan sampai nodanya menghilang.
·         Ganti alas kertas atau tisue jika sudah basah
·         Setelah nodanya hilang, cuci seperti biasa
7. Cara Membersihkan Noda Keringat
Semua orang pasti menghasilkan keringat dan keringat ini juga bisa meninggalkan noda pada pakaian Anda. Cara membersihkannya adalah:
·         Siapkan baking soda, hydrogen peroxide dan air dan sikat gigi
·         Campurkan baking soda, hydrogen peroxide dan air
·         Oleskan larutan menggunakan sikat gigi
·         Tunggu kurang lebih 30 menit, kemudian bilas dengan air bersih
8. Cara Membersihkan Noda Stiker
Stiker atau label pakaian yang menempel dapat menyebabkan noda di pakaian. Cara membersihkannya adalah:
·         Siapkan selai kacang
·         Oleskan selai kacang pada bagian label stiker yang menempel di pakaian Anda
·         Diamkan kurang lebih 5 menit sampai minyak dalam kandungan selai diserap oleh kain untuk mengurangi stiker yang melekat
·         Lepaskan stiker perlahan, kemudian bilas dan cuci pakaian Anda