Helloo, sahabat laundry, kali
ini Pexal akan membahas topik tentang Dry Clean, yang pastinya tidak asing lagi
bagi masyarakat. Dry Clean, atau yang biasa dikenal dengan cuci kering, adalah
sebuah teknik mencuci pakaian tertentu dengan bahan kimia tertentu dan dengan
alat-alat khusus.
Sumber:
Washing Factory
Di beberapa negara di Amerika Utara dan Australia dari analisa Google Trend, tren dry cleaning cukup populer dan banyak digunakan oleh masyarkat dalam 1 tahun terakhir. Di Indonesia sendiri, fasilitas dry clean tidak kalah populer juga dan hampir dijumpai di seluruh outlet laundry. Bagi yang belum tahu fakta-fakta tentang dry clean, Yuk scroll ke bawah! Berikut adalah fakta yang Pexal kumpulkan seputar dry clean dari berbagai sumber.
Di beberapa negara di Amerika Utara dan Australia dari analisa Google Trend, tren dry cleaning cukup populer dan banyak digunakan oleh masyarkat dalam 1 tahun terakhir. Di Indonesia sendiri, fasilitas dry clean tidak kalah populer juga dan hampir dijumpai di seluruh outlet laundry. Bagi yang belum tahu fakta-fakta tentang dry clean, Yuk scroll ke bawah! Berikut adalah fakta yang Pexal kumpulkan seputar dry clean dari berbagai sumber.
1. Dry Clean sudah digunakan sejak
hampir 1,5 abad yang lalu
Teknik dry cleaning pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang penjahit bernama Jean Baptiste Jolly pada tahun 1849 di Perancis. Di tahun itu, seorang pembantu rumah tangga Jean secara tidak sengaja menumpahkan lampu yang berisi minyak tusam (turpentine) ke taplak meja yang kotor.
Teknik dry cleaning pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang penjahit bernama Jean Baptiste Jolly pada tahun 1849 di Perancis. Di tahun itu, seorang pembantu rumah tangga Jean secara tidak sengaja menumpahkan lampu yang berisi minyak tusam (turpentine) ke taplak meja yang kotor.
Sumber: Bee Green
Jolly kemudian memperhatikan noda di taplak meja ketumpahan minyak tusam menjadi bersih seiring cairan minyak tersebut kering. Lalu, ia bereksperimen lagi dengan merendam taplak meja tersebut ke dalam bathtub berisi minyak tusak. Seketika, taplak meja tersebut menjadi bersih. Sejak saat itu, ia membuka outlet dry cleaning pertama di Paris dengan nama “Teinturerier Jolly Belin” dan teknik dry cleaning diperkenalkan di dunia.
Jolly kemudian memperhatikan noda di taplak meja ketumpahan minyak tusam menjadi bersih seiring cairan minyak tersebut kering. Lalu, ia bereksperimen lagi dengan merendam taplak meja tersebut ke dalam bathtub berisi minyak tusak. Seketika, taplak meja tersebut menjadi bersih. Sejak saat itu, ia membuka outlet dry cleaning pertama di Paris dengan nama “Teinturerier Jolly Belin” dan teknik dry cleaning diperkenalkan di dunia.
2. Mencuci
yang Inovatif
Sejak awal ditemukan, dry cleaning selalu menggunakan cairan kimia berjenis solvent (pelarut) dan dengan teknik tertentu. Manfaat yang didapatkan dari dry cleaning tidak hanya menghemat air namun dapat meminimalisir pula kerusakan pada kain jenis tertentu.
Sejak awal ditemukan, dry cleaning selalu menggunakan cairan kimia berjenis solvent (pelarut) dan dengan teknik tertentu. Manfaat yang didapatkan dari dry cleaning tidak hanya menghemat air namun dapat meminimalisir pula kerusakan pada kain jenis tertentu.
Sumber:
blogs.cdc.gov/niosh-science-blog/
Selain itu, dry cleaning juga merupakan treatment yang baik bagi kain-kain tertentu karena dapat mempertahankan warna pakaian dan menghindari kerut pada pakaian. Cairan solvent untuk dry cleaning dapat digunakan berulang-ulang pula sehingga dapat meminimalisir biaya bagi laundry.
Selain itu, dry cleaning juga merupakan treatment yang baik bagi kain-kain tertentu karena dapat mempertahankan warna pakaian dan menghindari kerut pada pakaian. Cairan solvent untuk dry cleaning dapat digunakan berulang-ulang pula sehingga dapat meminimalisir biaya bagi laundry.
3. Dry
Clean hanya bisa digunakan untuk “pakaian mahal”
“Dry clean hanya untuk pakaian mahal?”
“Jawabannya, yoiii”
Teknik dry clean pada umumnya diperuntukkan untuk jenis kain polyester dan kain sutera. Aplikasi dari kain-kain tersebut adalah blazer, jas, gaun, dan sebagainya dan dapat dipastikan hampir semua jenis pakaian dari kain tersebut dihargai relatif mahal di pasar. Harga dari pakaian tersebut bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta Rupiah sehingga pemilik dari pakaian tersebut cukup concern terhadap treatment pakaian mereka. Jika ditinjau lebih jauh, pakaian yang mana sih yang harus di dry clean? Nah yang di bawah ini adalah contohnya,
Teknik dry clean pada umumnya diperuntukkan untuk jenis kain polyester dan kain sutera. Aplikasi dari kain-kain tersebut adalah blazer, jas, gaun, dan sebagainya dan dapat dipastikan hampir semua jenis pakaian dari kain tersebut dihargai relatif mahal di pasar. Harga dari pakaian tersebut bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta Rupiah sehingga pemilik dari pakaian tersebut cukup concern terhadap treatment pakaian mereka. Jika ditinjau lebih jauh, pakaian yang mana sih yang harus di dry clean? Nah yang di bawah ini adalah contohnya,
Sumber:
WholeTex
4. PCE
berbahaya jika dilakukan tanpa prosedur yang tepat
Dari tadi, kita ngobrol tentang dry clean secara keseluruhan. Sekarang, ada yang tahu cairan
yang biasa dipakai untuk dry clean? Mari kita sedikit membahas
tentang kimia.
Cairan yang cukup populer untuk dry clean di era 18an sampai sekarang adalah PCE atau perchloroethylene. Cairan ini memiliki karakteristik sebagai berikut:
Cairan yang cukup populer untuk dry clean di era 18an sampai sekarang adalah PCE atau perchloroethylene. Cairan ini memiliki karakteristik sebagai berikut:
Namun,
pada prakteknya, ternyata di Indonesia, masih banyak laundry yang menggunakan cairan solvent
ini dengan prosedur yang tidak tepat, contohnya tidak menggunakan mesin
khusus untuk mengolah pencucian, menggunakan cairan secara sembarangan, dan
lain-lain. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi penggunaan PCE sendiri sangat
kurang di Indonesia (menurut salah satu pemilik laundry di Indonesia). Penyebabnya jika menggunakan PCE dengan
prosedur yang tidak tepat adalah dari iritasi kulit sampai kanker. Huuu, seram
kan??
5. Dry
Clean bisa dilakukan dengan PRAKTIS menggunakan PEXAL SOLVENT
Nah, melihat tersebut, Pexal menemukan sebuah solusi dengan menghadirkan cairan solvent inovatif dengan konsep mengganti PCE tersebut dengan alternatif campuran bahan kimia. Tanpa menggunakan mesin khusus, Pexal Solvent dapat digunakan oleh para pemilik laundry tanpa takut bahaya. Tenang kok, cairan ini sudah dicek di BPPT Tangerang Selatan (laboratorium) dan terbukti aman dan efektif digunakan. Sampai sekarang sudah ada lebih dari 10 laundry loh yang pakai PEXAL SOLVENT.
Nah, melihat tersebut, Pexal menemukan sebuah solusi dengan menghadirkan cairan solvent inovatif dengan konsep mengganti PCE tersebut dengan alternatif campuran bahan kimia. Tanpa menggunakan mesin khusus, Pexal Solvent dapat digunakan oleh para pemilik laundry tanpa takut bahaya. Tenang kok, cairan ini sudah dicek di BPPT Tangerang Selatan (laboratorium) dan terbukti aman dan efektif digunakan. Sampai sekarang sudah ada lebih dari 10 laundry loh yang pakai PEXAL SOLVENT.
Cara penggunaannya gimana
sih?
Cara
penggunaanya dapat dengan cara direndam atau disemprotkan ke pakaian atau bisa
cek di Youtube di:
Berapa sih harganya?
Hanya
dengan Rp140.000/ jerigen 5L, sahabat laundry
sudah mendapatkan solvent +
pengharumnya. Untuk pemesanan tanpa pengharum juga bisa kok.
Pesannya
lewat mana sih?
Gampang
banget, bisa cek di toko kami di:
atau
bisa DM langsung di Facebook di Pexal Solvent
atau
bisa langsung WA di [+62895385918038]
YUK, segera dipesan dan
rasakan pengalaman dry cleaning yang
praktis dan cepat serta aman.
Ingat loh ya, Pexal Solvent
dapat digunakan TANPA MESIN










